Rencana yang muat di satu halaman
Menyusun rencana perjalanan sebaiknya berhenti pada satu halaman saja. Tanggal berangkat, tempat menginap, cara berpindah antar titik, dan satu nomor yang bisa dihubungi. Sisanya biarkan longgar. Jadwal yang terlalu rapat berubah jadi utang begitu satu keberangkatan mundur setengah jam, dan sisa hari ikut terseret.
Berapa banyak yang benar-benar dibawa?
Barang seperlunya bukan soal tas kecil, melainkan soal barang yang benar-benar dipakai. Bongkar isinya sehari sebelum berangkat, lalu angkat satu per satu. Yang dipegang ragu-ragu biasanya tidak pernah dibuka sampai pulang. Tinggalkan. Beban di bahu memutuskan seberapa jauh kaki mau berjalan sore itu.
Aturan setempat
Setiap tempat punya kebiasaan yang tidak tertulis di papan mana pun: jam ibadah, cara antre, pakaian yang pantas di area tertentu, sampai etika memotret orang. Membaca sepuluh menit sebelum tiba sudah cukup menghindari salah langkah. Catatan lintas negara dirangkum di halaman seksi internasional, sementara adab meja makan dibahas terpisah di seksi kuliner.
LAPIS KEEMPAT
Cadangan yang tidak perlu dipikirkan lagi
Rencana cadangan disiapkan justru supaya tidak dipikirkan sepanjang jalan. Simpan satu penginapan alternatif, satu rute pulang yang lain, dan uang tunai secukupnya di tempat terpisah dari dompet utama. Kalau semua lancar, cadangan itu tidak terpakai. Itu memang tujuannya.